o Posisi kita seperti posisi tentara di
perbatasan, di mana musuh mencari celah utk masuk ke barisan islam. Celah itu
adalah titik lemah dr pos-pos kita, walau seluruh titik sudah di jaga, ada
titik tertentu ada penjagaan yang lemah. Kita adalah penjaganya. Jangan sampai
ada titik lemah. Kiat satu tim, jangan sampai kegagalan tim –jika gagal --
gara-gara salah satu dari kita.
o Hendaklah kita memperbaiki hubungan kita
dengan Allah swt, baik saat sendiri mauun saat terbuka/bersama orang lain. Kita
hendaklah membawa diri kita, membawa ikhwan-akhwat ke padal hal-hal yang
membuat Allah ridha kepada kita, hendaklah kita -- kapan dan di manapun berada
-- dalam posisi sesuai yang dikehendaki Allah swt, hendaklah kita menempatkan
porsi perhatian terbesar dr seluruh jerih payah kita, waktu kita, dan program2
kita difokuskan kepada aspek peningkatan aspek keimanan dan ibadah.
o Hendaklah mentarbiyah ikhwah untuk cinta
masjid, dan menjadikan masjid sebagai posko, bertolak dari masjid dan kembali
ke masjid
o Kami ingin usrah adalah usrah yang muntijah,
baik secara da’awi maupun ijtimai yg produktifitasnya terasa di lingkungan
usrah tersebut dan hendaklah syiar usrah -- dlm konteks berlomba menuju allah
-- jangan sampai kitanomor dua (harus nomor satu)
o Hendaklah manajemen dan sistim idarah kita
suasananya adalah suasana cinta, kasih saying, simpatik, dan takaful (senasib
sepenaggungan), kemudian sistem manajemen kita hendaklah di dominasi oleh
prinsip kebebasan berekspresi, tidak boleh ada pengekangan pendapat, tidak
boleh ada sikap melukai thd pemilik suatu pendapat, hendaklah menerima kritik
dan nasihat dengan lapang dada. Dan hendaklah selalu ingat pesan musythafa
masyhur, “berikan nasihat dalam bentuknya yg sempurna dan terimalah nasihat
darimanapun datangnya”. Dan hendaklah kita selalu menampilkan qiyadah kita di
hadapan ikhwah dengan penampilan yang terbaik.
o Hendaklah kita seagai pengelola tarbiyah
menjadi teladan yang baik dalam setiap ucapan dan perbuatan, mengingat Rasul
saw adalah qudwah kita, maka berakhlaqlah dengan akhlaq rasul saw dan jadikan
sifat beliau, dan perbuatan beliau sebagai sifat kita. Hendaklah kita sebagai
pengelola tarbiyah selalu terdepan dlm setiap pekerjaan atau tugas, jangan sampai
…
o Hendalah kita sebagai pengelola tarbiyah,
memanifestasikan/mewujudkan apa yg pernah dinyatakan imam asy syahid,
§ Hak sebagai orang tua utk urusan ikatan hati
§ Hak sebagai ustad utk urusan penambahanwasan
ilmu
§ Hak sbg syaikh dlm hal tarbiyah ruhiyah
§ Hak sebagai qaid dlm urusan siyasah
amah/policy umum da’wah.
Bgm jika seorang
menuntu hak-hak tersebut, karena itu laksanakan amanah dan jadilah sebaik-baik
pelaksan hak-hak ini
o Keistemawaan terpenting dari seorang
pengelola tarbiyah adalah kemampuannya utk
§ Menyelesaikan berbagai persoalan
§ Mengatasi berbagai kesulitan
§ Merangkul berbagai personil
§ Menampung berbagai persoalan
§ Mengilaj persoalan itu dengan solusi dan cara
terbaik
o Sebagai aktivis tarbiyah jgn sampai tdk membaca
sejarah da’wah sejarah para pemimpinnya, dan sejarah para mursyidnya. Sebab
pada sejarah itu terdapat banyak pelajaran dan ibroh, jg terdapat bekalan yg
sebenanrnya di atas jalan da’wah, juga terdapat jawaban praktis terhadap
berbagai syubhat yg dialamatkan kepada dakwah. Hendaklah kalian mengkaji
majmuah rasail dengan pendalaman, pemahaman, kesadaran dan penguasaan. Utk
kalian pelajari dan kalian ajarkan prinsip-prinsip haqiqi da’wah
o Bekerjalah dengan semangat jihad untuk
mempraktekkan 10 muwashafat baik terhadap diri antum ataupun terhadap mutarabbi
antum.
o Inilah tadzkirah untuk antum dan ini sebagai
alas an kepada Allah bahwa aku telah menunaikan. Semoga Allah membibing antum
dan smg diberi keikhlasan dlm berbicara dan bertindak baik saat sendiri atau
terbuka.
--
Akhukum fillah
Navis Murbiyanto
Sekretaris Bidang
Kaderisasi DPP PKS



21.42
bpksms
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar