Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2013

Minggu, 03 Maret 2013

Apa yang Telah Kalian Perbuat untuk Negeri Ini...???

  Antho Bandara (Budayawan)


Dalam pertemuan dengan beberapa teman, biasanya ada saja topik hangat yang diangkat jadi bahan Obrolan. Jika teman yang memiliki kesamaan dalam visi misi Dakwah, lebih kepada diskusi untuk mengevaluasi langkah-langkah perjuangan dan memperbaiki beberapa kelemahan yang ada.

Ini berbeda sekali dengan teman-teman diluar "pagar". Mereka Justru suka menyinggung aktivitas kita, menyudutkan bahkan melebar untuk menyalahkan tokoh-tokoh Islam nyaris menyeluruh, hingga terkesan pesimis untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Sabtu, 02 Maret 2013

Sabtu, 02 Maret 2013

Istighfar dan Terkapar | Catatan Lelaki Paruh Baya


Jalan terhuyung-huyung seperti mabuk khamr, lalu muntah bersamaan ditempat pengambilan air wudhu.
Oleh: Antho Bandara

Saat itu waktu telah menunjukan pukul 03.17 dini hari. Lelaki yang mulai berangsur tua itu terlihat lemah melangkah dalam kegelapan. Lampu jalan dipinggir kampung menuju Musholla, memang sudah lama mati dan tak kunjung diperbaiki.

Mulutnya terus bergerak beristighfar. Air matanya mengalir seperti ada yang disesali. Dalam keadaan berwudhu' dimantapkan hatinya, dipastikan niatnya. Membuka pintu Musholla yang tidak terkunci.

Menyalakan lampu lalu memulai Sholat lurus berdekatan dengan mimbar. Ia coba setenang mungkin melafazkan ayat demi ayat Al-Fatihah. Namun ketika sampai pada Surat Ash -Shaff ayat 2, tubuhnya mulai bergetar.

Kado Ini Untukmu Akhi | Cerpen


Oleh: Muhammad Sholich Mubarok 

Barang itu masih teronggok di atas tumpukan koran dan majalah. Tak jauh dari meja belajar. Kado dengan bungkus bercorak batik. Arif sendiri yang membungkus, tak rapi namun enak dilihat.

“Akh ini …” kata Arif dua hari lalu sembari menyodorkan kado.

“Apa? Buat siapa ini?”

“Buat Antum,” kata Arif sambil meng-he-he. Nyengir kuda. Tangannya masih digantungi kado.

“Memang apa isinya?”

“Nah, biar tahu makanya dibuka.”

Rabu, 29 Februari 2012

Rabu, 29 Februari 2012

BERMATA TAPI TAK MELIHAT


oleh Bimbo/Taufik Ismail

Bermata Tapi Tak Melihat
bertelinga Tapi Tak Mendengar
bermulut Tapi Tak Menyapa
berhati Tapi Tak Merasa

Berharta Tapi Tak Sedekah
berbenda Tapi Tak Berzakat
berilmu Tapi Tak Beramal
berjalan Tapi Tak Terarah

Semoga Kita Terhindar
dari Hal-hal Sedemikian
semoga Kita Menjauh
dari Sikap Sedemikian

Beramal Tapi Kurang Ikhlas
berjanji Tapi Suka Lupa
bergunjing Hampir Tiap Hari
berkata Tapi Menyakitkan

Jumat, 24 Februari 2012

Jumat, 24 Februari 2012

PERBEDAAN KITA DENGAN RASULULLAH SAW HANYA SEDIKIT


Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, merupakan sosok yang istimewa. Sebagai nabi dan rasul terakhir yang juga merupakan kekasih Allah subhana wa ta’ala, beliau memiliki banyak kelebihan. Kesabaran yang diabadikan di dalam Kitab suci Al-Quran menjadi bukti yang tak terbantahkan, bahwa beliau adalah manusia sempurna, dalam wujud lahiriah (penampakan), maupun batinnya. Tanda-tanda ini tampak pada diri beliau, dari batinnya yang mulia sampai pada bentuk lahirnya yang indah.

Rabu, 22 Februari 2012

Rabu, 22 Februari 2012

KENIKMATAN DUNIA HANYA SETETES AIR DI JARI


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Demi Allah, DUNIA ini dibanding AKHIRAT ibarat seseorang yang mencelupkan JARINYA ke LAUT; air yang TERSISA di JARINYA ketika diangkat itulah NILAI DUNIA (AKHIRAT = LAUT)”. (HR Muslim)
Bagaimana untuk memahami hadits di atas?
Kenikmatan di akhirat adalah kenikmatan di SURGA yang luasnya seluas LANGIT dan BUMI.
Allah SWT berfirman, “Dan BERSEGERALAH bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imron : 133)
Adakah yang sudah bisa menembus batas LANGIT?
Sampai sekarang tidak seorangpun yang mengetahui batas langit terluar. Sehingga diibaratkan LANGIT ini adalah LAUT, maka BUMI – bagian kecil dari LANGIT- hanyalah satu tetes air yang tersisa di jari bila diceupkan ke LAUT.
Dan kenikmatan yang lebih indah dari surga adalah ‘merasakan’ ridha Allah dan kesempatan berjumpa dengan ‘WAJAH” Allah, Inilah puncak segala kenikmatan. Ketika itu kita akan benar-benar memahami hadits: “Allah itu INDAH dan suka dengan KEINDAHAN”
Kenikmatan di Surga adalah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia, di sana banyak keindahan yang tak pernah dilihat oleh mata, keindahan suara yang tak pernah didengar telinga, kenikmatan rasa yang tidak pernah dirasa oleh lidah, dan perasaan damai dan ketenangan yang sesungguhnya.
Janganlah Silau dengan kenikmatan Dunia yang Semu…
Semua itu hanyalah ujian dari Allah, untuk melihat siapa-siapa yang menjadi hamba-Nya dan siapa-siapa yang menjadi HAMBA DUNIA dan hawa nafsu syaithan…
Yang menjadi HAMBA-HAMBA ALLAH… mereka layak mendapatkan KENIKMATAN HIDUP yang SESUNGGUHNYA di SURGA.
Yang menjadi HAMBA-HAMBA DUNIA dan hawa nafsu syaithan… maka mereka layak bersama para SYAITHAN di NERAKA yang MENYALA.
Semoga ALLAH Subhanahu Wa Ta’Aala, selalu membimbing kita dan melindungi kita dari bujuk rayu SYAITHAN agar selamat dari SIKSA NERAKA dan selamat bisa menuju SURGANYA yang tiada tara, tiada terbayang, tiada terbatas NIKMATnya… amiin.
Wallahu ‘alam bishowab.

Jumat, 17 Februari 2012

Jumat, 17 Februari 2012

TIDAK INGIN APA-APA


Malam yang dingin seperti ini, dengan tiupan angin kencang yang membuat curahan hujan seakan diayun ayun, selalu membuatku terkenang akan dia,  yang sekarang entah berada dimana.
Persis seperti suasana dimalam ini, duapuluhan tahun yang lalu,  aku kebetulan bertemu dengannya. Kami terlibat dalam dialog tanpa pola. Namun berujung pada proses belajar yang penuh makna.
Malam ini, aku seakan kembali berada didepannya. Terngiang  ditelinga kata-katanya yang  sederhana. Ya, demikian sederhananya, sehingga sekilas bagaikan tidak mengandung arti apa-apa.

Selasa, 17 Januari 2012

Selasa, 17 Januari 2012

Bila Al Qur'an bisa bicara !


 

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Kamis, 12 Januari 2012

Kamis, 12 Januari 2012

Kisah Perlawanan Suami Vs Iblis


Suami isteri itu hidup tenteram mula-mula. Meskipun melarat, mereka taat kepada perintah Tuhan. Segala yang dilarang Allah dihindari, dan ibadah mereka tekun sekali.
Si Suami adalah seorang yang alim yang taqwa dan tawakkal. Tetapi sudah beberapa lama isterinya mengeluh terhadap kemiskinan yang tiada habis-habisnya itu. Ia memaksa suaminya agar mencari jalan keluar. Ia membayangkan alangkah senangnya hidup jika segala-galanya serba cukup.

Kamis, 05 Januari 2012

Kamis, 05 Januari 2012

NENEK PEMUNGUT DAUN


Kiriman dari seorang sahabat, diambil dari milis kisah hikmah :
Kisah ini membuat bulu kuduk  saya  merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati,  kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw?
Insya Allah, Bermanfaat dan dapat dipetik Hikmahnya.

"Nenek Pemungut Daun"
Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.
Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. 
Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."
Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. 
Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa  ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.
"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya."

Wassalam,
M. Edi S. Kurniawan

Minggu, 25 Desember 2011

Minggu, 25 Desember 2011

Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia


Untuk saudaraku di Indonesia,
Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Rabu, 21 Desember 2011

Rabu, 21 Desember 2011

CERITA DARI GUNUNG



Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. "Aduhh!" jeritannya memecah
keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!". Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan."
Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.

Senin, 19 Desember 2011

Senin, 19 Desember 2011

Persepektif Partai IM di Mata Profesor Azyumardi Azra

Partai Kebebasan dan Keadilan

Oleh Azyumardi Azra*
(Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1998-2006)

Jumpa lagi dengan Essam el-Haddad; kali ini dalam Forum Demokrasi bertajuk ‘Sustaining Democracy in the Arab World’ yang diselenggarakan International Institute for Democracy Assistance (IDEA) di Madrid, Spanyol, 27-28 November 2011. Sebelumnya 6-8 April 2011, saya pertama kali bertemu dengan el-Haddad dalam diskusi meja bundar di kantor pusat International IDEA di Stockholm—membahas tentang gejolak transisi Mesir pasca-Mubarak.

Senin, 05 Desember 2011

Senin, 05 Desember 2011

Uang Logam

By Ust. Irfan Toni Herlambang

Suatu ketika ada seorang anak menemukan sekeping uang logam. Dia sangat senang sekali dengan apa yang ditemukannya. Dia mendapatkan uang tanpa harus mengeluarkan tenaga. Tanpa bersusah payah dia dapat membeli apa yang diinginkannya dengan uang yang ditemukannya itu. Lalu dia berpikir untuk melakukan pekerjaan ini sampai sore nanti. Dia lalu menghabiskan hari itu dengan kepala menunduk, mata terbuka lebar, dan meneliti setiap pojok jalan dengan seksama.

Sabtu, 03 Desember 2011

Sabtu, 03 Desember 2011

Umat yang Tergulung


Sebuah metafora lama masih segar dalam ingatan kita. Alkisah seorang guru memberikan sebuah game untuk para muridnya. Di depan kelas, ia bentangkan sebuah karpet. Kemudian di tengah karpet tadi diletakkan sebuah Al-Qur’an. Sang guru membuat sayembara kepada muridnya: Siapakah yang bisa mengambil Al-Qur’an tanpa menginjak karpet?andaleh)

Selasa, 29 November 2011

Selasa, 29 November 2011

Cangkir yang Cantik

By Ust. Irfan Toni Herlambang

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja ke sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, itu cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara.

Kamis, 17 November 2011

Kamis, 17 November 2011

Kekuatan Cinta

By Ust. Irfan Toni Herlambang

Di Pegunungan Andes hidup dua suku. Satu tinggal di lembah, sedangkan satunya lagi di atas gunung. Suatu hari suku gunung menyerang suku lembah dan menjarah seluruh isi desa. Mereka menculik seorang bayi dari salah satu keluarga suku lembah dan membawanya ke atas gunung.

Sabtu, 12 November 2011

Sabtu, 12 November 2011

Batu

Ust. Irfan Toni Herlambang
 
Suatu ketika ada seorang wanita bijak mendaki gunung. Tanpa disengaja ia menemukan sebongkah batu yang sangat berharga. “Pualam yang indah tentu mahal harganya,” ujarnya.Dia lalu menyimpan batu itu di tempat makanannya.

Tak lama berselang, ia bertemu dengan seorang pendaki lain yang sedang kelaparan. Sang wanita membuka kotak makanannya dan membagi bekal tersebut. Si pendaki yang lapar itu melihat batu pualam. Ia bertanya, apakah ia dapat memiliki pualam indah itu.

Sabtu, 05 November 2011

Sabtu, 05 November 2011

Si Peniru

Ust. Irfan Toni Herlambang

Di sebuah sekolah diadakan pementasan drama. Pentas drama meriah itu dimainkan oleh siswa-siswi. Setiap anak mendapat peran dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang diperankannya. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas. Sementara di depan panggung semua orang tua murid hadir menyemarakkan acara itu.

Senin, 31 Oktober 2011

Senin, 31 Oktober 2011

QURBAN BU SUMI

(Renungan Dzulhijjah)

Setelah melayani pembeli,  saya melihat seorang ibu sdg memperhatikan dagangan kami, Dilihat dari penampilannya sepertinya gak akan beli.Namun saya coba hampiri dan  menawarkan. “Silahkan bu.  ibu itu menunjuk, “Kalau yg itu berapa bang?” Ibu itu menunjuk hewan yg paling murah.

Kalau yg itu harganya  600rb bu, jawab saya. Harga pasnya berapa?,  500rb deh. harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah.. “Uang saya Cuma ada 450rb, boleh gak”. Waduh..saya bingung, karena itu harga modal kami, akhirnya saya berembug. “Biarlah..”

Sayapun mengantar hewan ibu, Ketika sampai di rumah ibu tersebut. Astaghfirullaah.. Allahu Akbar,  terasa mengigil seluruh badan demi melihat keadaan rumah ibu tersebut.

Ibu itu hanya tinggal bertiga dgn ibu dan satu orang anaknya di rumah gubuk berlantai tanah. Saya tidak melihat tempat tidur/ kasur, yang ada hanya dipan kayu beralas tikar lusuh.

Diatas dipan sdg tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak..bangun mak, nih liat Sumi bawa apa", perempuan tua itu terbangun. “ Mak,.. Sumi udah beliin kambing buat emak qurban, ntar kita bawa ke Masjid ya mak.

Orang tua itu kaget namun bahagia, sambil mengelus-elus kambing orang tua itu berucap, Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga emak qurban.

“Nih bang duitnya, maaf ya kalau saya nawarnya ke murahan, saya hanya kuli cuci, saya sengaja kumpulkan uang untuk beli kambing yg mau saya
niatkan buat qurban ibu saya.

duh GUSTI...Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hambaMU yg satu ini. HambaMU yg Miskin Harta tapi dia kaya Iman. Seperti bergetar bumi ini setelah mendengar niat dari ibu ini.

“Bang nih ongkos bajajnya.!, panggil si Ibu, “sudah bu, biar ongkos bajaj saya yg bayar. Saya cepat pergi sblm ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah krn tak sanggup mendapat teguran dari Allah yg sudah mempertemukan dgn hambaNYA yg dgn kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya...

"Semoga bermanfaat...."