Jalan terhuyung-huyung seperti mabuk khamr, lalu muntah bersamaan ditempat pengambilan air wudhu.
Oleh: Antho Bandara
Saat itu waktu telah menunjukan pukul 03.17 dini hari. Lelaki yang mulai berangsur tua itu terlihat lemah melangkah dalam kegelapan. Lampu jalan dipinggir kampung menuju Musholla, memang sudah lama mati dan tak kunjung diperbaiki.
Saat itu waktu telah menunjukan pukul 03.17 dini hari. Lelaki yang mulai berangsur tua itu terlihat lemah melangkah dalam kegelapan. Lampu jalan dipinggir kampung menuju Musholla, memang sudah lama mati dan tak kunjung diperbaiki.
Mulutnya terus bergerak beristighfar. Air matanya mengalir seperti ada yang disesali. Dalam keadaan berwudhu' dimantapkan hatinya, dipastikan niatnya. Membuka pintu Musholla yang tidak terkunci.
Menyalakan lampu lalu memulai Sholat lurus berdekatan dengan mimbar. Ia coba setenang mungkin melafazkan ayat demi ayat Al-Fatihah. Namun ketika sampai pada Surat Ash -Shaff ayat 2, tubuhnya mulai bergetar.
"Yaa ayuhaalladziina aamanuu lima taquuluuna maa laa taf'aluun (hai orang-orang beriman, mengapa kamu berkata apa yang tidak kamu lakukan)". Getar tubuhnya semakin kuat. Bahkan nyaris limbung, namun Ia tetap mencoba semampunya melanjutkan pada ayat ketiga.
"Kaburo maqtaan 'indallaahi antaquuluu maa laa taf'aluun (amat besar kebencian di sisi Allah, karena kamu mengatakan apa yang tidak kamu lakukan)".
Tubuhnya seketika ambruk. Kedua tangannya menggapai mencoba berpegangan pada kaki mimbar. Seakan berpegangan pada kaki tegap orang suci yang memiliki kemuliaan. Tangisnya tiba-tiba meledak karena teringat dirinya yang sudah dikenal sebagai seorang Ustadz.
Padahal tak lebih hanya sebagai "pedagang nasehat". Tangisnya lepas seperti raungan memecah keheningan. Hingga akhirnya Ia hentikan dengan isak yang terputus-putus karena ada 3 remaja kampung yang melintasi Musholla sambil bergurau dan tertawa sepulang pesta.
Jalan terhuyung-huyung seperti mabuk khamr, lalu muntah bersamaan ditempat pengambilan air wudhu.
Batam, 19 Februari 23.25 WIB



12.30
bpksms

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar