Rabu, 28 Desember 2011

Rabu, 28 Desember 2011

Dialog Rasulullah dengan Abu Dzaar



Diriwayatkan oleh Muhammad bin Al-Husain dari Abu Idris Al-Khaulani bahawa Abu Dzar r.a. bercerita: “Pada suatu hari aku masuk ke dalam masjid dan menemui Rasulullah saw. sedang duduk seorang diri; maka aku mendekatinya dan duduk di sampingnya, kemudian terjadilah dialog (soal jawab di antara beliau dan aku).
1. Aku (Abu Dzarr) bertanya, “Ya Rasulullah, engkau memerintahkan aku bersolat?”
Beliau (Rasulullah) menjawab: “Solat adalah sebaik-baik perbuatan, maka perbanyakkanlah atau sedikit.”
2. Aku tanya, “Amal apakah yang paling afdhal?”
Beliau jawab:”Beriman kepada Allah dan berjihad fi sabiilih (pada jalanNYA).”
3. Aku tanya,”Mukmin yang bagaimanakah yang paling afdhal?”
Beliau jawab: “Ialah yang terbaik akhlaknya.”
4. Tanya, “Muslim yg bagaimanakah yang paling  selamat?”
Jawab: “Ialah yg menyelamatkan orang-orang dari gangguan lidahnya dan tangannya.”
5. Tanya, “Hijrah yg bagaimanakah yg afdhal, ya Rasulullah?”
Jawab: “Ialah hijrah dari (meninggalkan) perbuatan maksiat.”
6. Tanya,”Solat yang bagaimanakah yang afdhal, ya Rasulullah?”
Jawab:”Berkhusyuk yang panjang (lama berdiri).”
7. Tanya,”Hamba-hamba sahaya manakah yg paling afdhal utk dimerdekakan?”
Jawab:”Hamba yg paling mahal harganya dan yg paling disayang oleh pemiliknya.”
8. Tanya,”Sedekah yg bagaimanakah yg paling afdhal, ya Rasulullah?”
Jawab:”Pemberian dari orang yg masih kekurangan (tidak kaya) dan pemberian secara rahasia kepada fakir miskin.”
9. Tanya,”Ayat apakah di antara ayat-ayat yg diturunkan kepadamu yg paling besar?”
Jawab:”Ayat Kursi, dan tujuh langit itu jika dibandingkan dengan Kursi, melainkan seperti sebuah cincin (atau lingkaran besi) yg berada di tengah-tengah padang pasir, dan perbandingan Arasy terhadap Kursi adalah perbandingan padang pasir itu terhadap cincin tadi.”
10. Tanya,”Berapakah bilangan Nabi-Nabi, ya Rasulullah?”
Jawab:”Seratus dua puluh empat ribu.” (124,000)
11. Tanya,”Berapakah yg menjadi Rasul di antara mereka, ya Rasulullah?”
Jawab:”Sebanyak tiga ratus tiga belas.” (313)
12. Tanya,”Siapakah yg pertama, ya Rasulullah?”
Jawab:”Adam.”
13. Tanya,”Apakah dia seorang Nabi yg diutus ?”
Jawab:”Benar, dia diciptakan oleh Allah dengan tanganNYA, ditiupkan ruh ke dalam tubuhnya yang disempurnakan.”
Dan selanjutnya Rasulullah bersabda:
“Hai Abu Dzarr, empat dari mereka adalah dari golongan Siryaniun, iaitu Adam, Syith, Nuh, dan Idris, iaitu Nabi pertama yg dapat menulis dengan pensel. Dan empat Nabi dari keturunan Arab, iaitu Hud, Syuaib, Saleh, dan Nabimu, hai Abu Dzarr.”
14. Abu Dzarr bertanya,”Berapa kitab telah diturunkan Allah, ya Rasulullah?”
Ar-Rasul saw. jawab:”Seratus empat kitab (104). Kepada Syith telah diturunkan lima puluh halaman, Idris tiga puluh halaman, Ibrahim sepuluh halaman, Musa sebelum Taurat ada sepuluh halaman, di samping kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.”
15. Tanya,”Ya Rasulullah, apakah isi lembaran yg diturunkan kepada Ibrahim?”
Jawab:”Isinya ialah: Hai Raja yg berkuasa, dipuji dan sombong, sesungguhnya AKU tidak mengutusmu untuk mengumpulkan dunia, melonggokkan sebagian di atas sebagian, akan tetapi AKU mengutusmu untuk menerima doanya orang yg teraniaya agar tidak sampai kepada-KU, kerana AKU tidak akan mengembalikannya walaupun ia datang dari seorang yg kafir. Seorang yg bijaksana akan membagi masanya menjadi beberapa waktu untuk bermunajat kepada Tuhannya, beberapa waktu untuk bertanya pada dirinya sendiri (muhasabah), beberapa waktu untuk merenungkan ciptaan Allah, dan beberapa waktu lagi utk mengurus keperluan makan dan minumnya. Seorang yang bijaksana tidak akan meributkan (menyibukkan) diri melainkan untuk tiga tujuan: mencari bekal untuk hari kemudian (Akhirat), mencari nafkah hidup, dan mencari kelezatan yg halal. Seorang yg bijaksana hendaklah mengenal zamannya, tekun mengurus urusannya, dan menjaga lidahnya. Barangsiapa yang menyesuaikan bicaranya dengan perbuatan, maka akan jarang berbicara melainkan dalam hal-hal yg mengenai dirinya.”
16. Tanya,”Apakah isi lembaran-lembaran yg diturunkan ke atas Musa, ya Rasulullah?”
Jawab:”Isinya adalah semua peringatan dan ibarah; aku heran dari orang yg yakin akan mati bagaimana ia dapat bersuka-ria, aku heran dari orang yg yakin dengan adanya takdir bagaimana ia membanting tulang bekerja, aku heran dari org yg melihat keadaan dunia yg selalu berubah bagaimana ia dapat tenang mempercayainya dan aku heran dari orang yg yakin adanya hari hisab besok, bagaimana ia enggan beramal.”
17. Tanya,”Ya Rasulullah, apakah ada yg sampai kepada kita sesuatu yg dulu ada di tangan Ibrahim dan Musa, dan apakah yg diturunkan Allah kepadamu?”
Jawab:”Ada, cobalah baca hai Abu Dzarr, ‘Sesungguhnya beruntunglah orang yg membersihkan diri (dengan beriman) dan ia ingat akan nama Tuhannya, lalu ia bersembahyang. Tetapi kamu (orang2 kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.’ Sesungguhnya ini benar2 terdapat dalam kitab2 yg dahulu (iaitu) kitab2 Ibrahim dan Musa.”
18. Abu Dzarr bertanya,”Apakah wasiatmu kepadaku, ya Rasulullah?”
Ar-Rasul saw menjawab:”Hendaklah engkau bertaqwa kepada Allah, karena itu (taqwa) adalah pokok segala urusanmu.”
19. Abu Dzarr bertanya lagi,”Apa lagi ya Rasulullah?”
Rasulullah saw. menjawab: “Bacalah Al-Qur’an dan berzikirlah (ingatlah) kepada Allah, kerana itu akan menjadi zikir buatmu di langit dan cahaya bagimu di dunia.”
20. Tanya, “Apa lagi, ya Rasulullah?”
Jawab: “Hindarilah banyak ketawa, kerana itu mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah.”
21. Tanya, “Apa lagi, ya Rasulullah?”
Jawab: “Laksanakanlah kewajiban berjihad, karena itu merupakan kerahiban perjuangan bagi umatku.”
22. Tanya,”Apa lagi, ya Rasulullah?”
Jawab:”Hendaklah engkau selalu diam (tidak bercakap) melainkan untuk kebaikan, kerana itu dapat mengusir syaitan dan dapat menolongmu dalam urusan agamamu.”
23. Tanya,”Apa lagi, ya Rasulullah?”
Jawab:”Lihatlah kepada orang yg di bawahmu dan janganlah melihat orang yg berada di atasmu, agar engkau tidak memandang rendah akan nikmat yg Allah berikan kepadamu.”
24. Abu Dzarr bertanya,”Apa lagi, ya Rasulullah?
Jawab: “Cintailah orang2 fakir miskin dan duduklah bersama-sama mereka, agar engkau tidak memandang rendah dan kecil nikmat Allah kepadamu.”
25. Bertanya Abu Dzarr, “Apa lagi, ya Rasulullah?”
Rasulullah saw. menjawab: “Hubungilah kerabatmu, walaupun mereka memutuskan hubungannya dengan engkau.”
26. Tanya Abu Dzarr, “Apa lagi ya Rasulullah?”
Jawab Rasululllah: “Katakanlah apa yang haq (yang benar) walaupun itu merupakan hal yg pahit.”
27. Tanya, “Apa lagi ya Rasulullah?”
Jawab:”Janganlah engkau takut dicerca orang karena membela agama Allah.”
28. Tanya,”Apa lagi ya Rasulullah?”
Jawab:”Apa yang engkau ketahui tentang dirimu akan mencegahmu mencampuri urusan orang lain dan janganlah engkau sesalkan bahwa orang tidak melakukan apa yg engkau sukai. Dan cukup sebagai aib bahwa engkau mengetahui tentang orang lain apa yang engkau tidak mengetahui tentang dirimu sendiri.”
Kemudian Rasulullah saw. memukul dadaku dengan tangannya seraya bersabda: “Tiada aqal seperti kebijaksanaan, tiada wara’ seperti memahami diri dan tiada kebanggaan seperti akhlak yang baik.”

Sumber:
Terjemahan Ibnu Katsir, Jilid 2

Minggu, 25 Desember 2011

Minggu, 25 Desember 2011

Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia


Untuk saudaraku di Indonesia,
Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Rabu, 21 Desember 2011

Rabu, 21 Desember 2011

CERITA DARI GUNUNG



Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. "Aduhh!" jeritannya memecah
keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!". Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan."
Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.

Senin, 19 Desember 2011

Senin, 19 Desember 2011

Persepektif Partai IM di Mata Profesor Azyumardi Azra

Partai Kebebasan dan Keadilan

Oleh Azyumardi Azra*
(Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1998-2006)

Jumpa lagi dengan Essam el-Haddad; kali ini dalam Forum Demokrasi bertajuk ‘Sustaining Democracy in the Arab World’ yang diselenggarakan International Institute for Democracy Assistance (IDEA) di Madrid, Spanyol, 27-28 November 2011. Sebelumnya 6-8 April 2011, saya pertama kali bertemu dengan el-Haddad dalam diskusi meja bundar di kantor pusat International IDEA di Stockholm—membahas tentang gejolak transisi Mesir pasca-Mubarak.

Sabtu, 17 Desember 2011

Sabtu, 17 Desember 2011

Hambatan Komunikasi Suami Isteri



Oleh : Cahyadi Takariawan

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak pasangan suami isteri mengalami kegagalan berkomunikasi. Sering terjadi salah paham di antara mereka berdua. Saat suami bicara, isteri tidak menangkap maksud pembicaraan suami. Menurut sang isteri, suaminya kalau berbicara selalu melingkar-lingkar dan tidak jelas kemauannya.
Demikian pula saat isteri berbicara, tidak dimengerti isinya oleh suami. Sudah sekian lama isteri bicara, namun suami merasa kehilangan arah, sebenarnya apa yang dikehendaki sang isteri. Ujung-ujung dari pembicaraan yang saling tidak dimengerti ini adalah ketersinggungan, kemarahan dan pertengkaran.

Kamis, 15 Desember 2011

Kamis, 15 Desember 2011

Delapan Mata Air Kecemerlangan



oleh : Ust. Anis Matta


Islam datang dengan 2 pesona; pesona kebenaran yang abadi dan pesona manusia muslim yang temporal. Dan pada setiap momentum sejarah di mana kedua pesona itu bertemu, Islam selalu berada di puncak kekuatan dan kejayannya. Akan tetapi, itulah masalah Islam saat ini. Ia memang tidak akan pernah kehilangan pesona kebenarannya, karena kebenarannya bersifat abadi. Namun, ia kini masih kehilangan pesona manusianya.

Buku Delapan Mata Air Kecemerlangan ini merupakan upaya Anis Matta menjawab problematika itu.

Selasa, 13 Desember 2011

Selasa, 13 Desember 2011

Doa Rabithah: Doa di Sepanjang Mihwar Dakwah

Oleh : Cahyadi Takariawan
Siang tadi (Sabtu 3 Desember 2011), saya mengikuti acara Tatsqif Kader Dakwah di Markaz Dakwah Gambiran, Yogyakarta. Ustadz Tulus Musthafa menyampaikan tausiyah yang sangat mengena. Penjagaan terhadap kader pada era dakwah di ranah publik harus semakin dikuatkan. Sarananya, kata beliau, telah terangkum dalam Doa Rabithah yang rutin kita baca setiap pagi dan petang.

Sembari mengikuti tausiyah beliau, ingatan saya menerawang jauh ke belakang.....

Minggu, 11 Desember 2011

Minggu, 11 Desember 2011

Facebook Status Anak Kita



Mohammad Fauzil Adhim

Sekali waktu, tengoklah status facebook anakmu. Jelajahilah alam pikirannya. Pahamilah apa yang sedang terjadi padanya. Dan bersiap-siaplah untuk terkejut disebabkan apa yang berharga bagi hidupnya, membanggakan dirinya, menyenangkan hatinya dan menjadi keinginannya justru perkara yang kita membencinya. Mereka sangat berhasrat justru terhadap apa-apa yang kita ajarkan kepada mereka untuk menjauhi. Astaghfirullahal ‘adzim.

Jumat, 09 Desember 2011

Jumat, 09 Desember 2011

Membangun Soliditas dengan Kader Berkualitas

Oleh : Solikhin Abu Izzuddin

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (q.s. Ash-Shaff: 4)

Senin, 05 Desember 2011

Senin, 05 Desember 2011

Uang Logam

By Ust. Irfan Toni Herlambang

Suatu ketika ada seorang anak menemukan sekeping uang logam. Dia sangat senang sekali dengan apa yang ditemukannya. Dia mendapatkan uang tanpa harus mengeluarkan tenaga. Tanpa bersusah payah dia dapat membeli apa yang diinginkannya dengan uang yang ditemukannya itu. Lalu dia berpikir untuk melakukan pekerjaan ini sampai sore nanti. Dia lalu menghabiskan hari itu dengan kepala menunduk, mata terbuka lebar, dan meneliti setiap pojok jalan dengan seksama.

Sabtu, 03 Desember 2011

Sabtu, 03 Desember 2011

Umat yang Tergulung


Sebuah metafora lama masih segar dalam ingatan kita. Alkisah seorang guru memberikan sebuah game untuk para muridnya. Di depan kelas, ia bentangkan sebuah karpet. Kemudian di tengah karpet tadi diletakkan sebuah Al-Qur’an. Sang guru membuat sayembara kepada muridnya: Siapakah yang bisa mengambil Al-Qur’an tanpa menginjak karpet?andaleh)