Prof. DR Muhammad Badi
Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad
saw dan orang-orang yang mendukung risalahnya, selanjutnya…
Setiap insan yang cerdas akan senantiasa memiliki tujuan jelas yang ingin
berusaha dicapai dan dirainya, memiliki misi besar yang ingin berusaha
direalisasikannya dalam rangka meraih kebahagiaan yang diidamkannya; baik
kebahagiaan di dunia atau kebahagiaan di akhirat, atau kebahagiaan pada keduanya
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ
مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Dan bagi tiap-tiap umat ada
kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam
membuat) kebaikan”. (Al-Baqarah:148)
Dan sesuatu yang sesuai bagi kemaslahatan individu tentunya akan sesuai
pula bagi kemaslahatan jamaah, bahkan bagi kemaslahatan umat secara
keseluruhan. Karena itulah, suatu jamaah tidak mungkin akan kokoh atau cerdas
kecuali harus memiliki misi yang mulia yang ingin berusaha diraihnya dan tujuan
besar yang ingin berusaha direalisasikan dan diwujudkan secara mudah, singkat
dan terarah.
Rasulullah saw telah memberikan contoh yang menakjubkan bagaimana cara
menentukan tujuan dan bekerja keras untuk meraih dan merealisasikannya,
meskipun harus menanggung beban berat dan rasa letih, meskipun harus menghadapi
banyak musuh dan sekutunya, meskipun ada usaha tipu daya dari para pembuat
makar
وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ
فَيُدْهِنُونَ
“Maka mereka menginginkan supaya
kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu)”. (Al-Qalam:9)
Maka beliapun bersabda:
يا عمَّاه.. والله لو وضعوا الشمس
في يميني والقمر في يساري على أن أترك هذا الأمر ما تركته حتى يظهره الله أو أهلك
دونه
“Wahai Pamanku… Demi Allah
sekiranya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan
kiriku agar aku meninggalkan perkara ini, maka aku tidak akan meninggalkannya
sempai Allah memenangkannya atau menghancurkannya”.
Umat Islam telah melewati -pada generasi awal- masa diatas manhaj yang
lurus ini.. menyeru kepada Allah kepada petunjuk Allah yang hak, membimbing
manusia dan memberikan keteladanan kepada akhlak dan perilaku mulia,
menyebarkan nilai-nilai kebaikan, bersabar saat menghadapi berbagai cobaan dan
siksaan, menghadang berbagai rintangan dan konsisten pada kebenaran, kemudian
melakukan hijrah yang penuh berkah ke bumi yang indah dan sejahtera, adanya
para pembela (kaum Anshar) yang tulus, kemudian mendirikan daulah yang berada
dalam naungan petunjuk kebenaran dan keadilan, lalu mempertahankan agama yang
mulia ini serta menyebarkan risalah ke seantero alam…
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ
أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kamu adalah umat yang terbaik
yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari
yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (Ali Imran:110)
Di era modern kita saat ini.. pada saat dakwah ikhwan mulai berusaha
memberikan bimbingan kepada umat dan membangunkannya kembali, mengembalikannya
ke posisi semula dan risalahnya, setelah mengalami kemunduran dan keterpurukan
dalam jangka waktu yang begitu panjang…
حدد الإمام البنا في (رسالة
المؤتمر السادس) غايتين لجماعته المباركة فقال: ”يعمل الإخوان المسلمون
لغايتين: غاية قريبة يبدو هدفها وتظهر ثمرتها من أول يوم ينضم فيه الفرد إلى
الجماعة، تبدأ بتطهير النفس وتقويم السلوك وإعداد الروح والعقل والجسم لجهاد طويل
(وَنَفْس وَمَا سَوَّاهَا ﴿ ٧﴾ فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا ﴿8﴾ قَدْ
أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا ﴿9 ﴾ وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا ﴿ 10﴾
(الشمس)، وغاية بعيدة: لا بد فيها من توظيف الأحداث وانتظار الزمن وحسن
الإعداد وسبق التكوين، تشمل الإصلاح الشامل الكامل لكل شئون الحياة، وتتعاون عليه
قوى الأمة جميعها، وتتناول كل الأوضاع القائمة بالتغيير والتبديل لتحيا من جديد
الدولةُ المسلمة وشريعة القرآن.. (ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ
فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ﴿ 18
﴾إِنَّهُمْ لَن يُغْنُوا عَنكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَإِنَّ الظَّالِمِينَ
بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْض وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ ﴿
19﴾ (الجاثية).
Imam Al-Banna dalam risalah al-muktamar ke enam menargetkan dua tujuan bagi
jamaah yang penuh berkah ini, beliau berkata: ”Ikhwanul Muslimin berusaha
mencapai dua target penting:
1. Target jangka pendek; yang tampak tujuannya dan
jelas hasilya sejak awal bergabungnya setiap individu di dalamnya kepada
jamaah, dimulai dengan target mensucikan dan membersihkan diri, meluruskan
perilaku, menyiapkan ruh, jasad dan akal untuk berjihad yang panjang
وَنَفْس وَمَا سَوَّاهَا .
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا . قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا .
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا
“Demi Jiwa yang diciptakan dengan
sempurna, lalu diberikan ilham yang jahat dan taqwa, sungguh beruntung bagi
siapa yang berusaha mensucikannya. dan sungguh merugi orang yang mengotorinya”. (As-Syams:7-10),
2. Dan tujuan jangka panjang; yaitu berusaha memfungsikan dan
memanfaatkan berbagai kondisi dan menunggu suatu masa yang tepat, yang tentunya
terlebih melakukan persiapan dan pembentukan, mencakup perbaikan yang
konfrehensif dan integral ke dalam seluruh lini kehidupan, bekerja sama dengan
seluruh potensi yang dimiliki oleh umat, dan mencakup seluruh kondisi yang
terjadi berupa perubahan dan pergantian untuk menghidupkan negara muslim dan
syariat Al-Qur’an.
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ
مِنَ الأمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ .
إِنَّهُمْ لَنْ يُغْنُوا عَنْكَ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَإِنَّ الظَّالِمِينَ
بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ .
“Kemudian Kami jadikan kamu
berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah
syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak
mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu
sedikitpun dari siksaan Allah. dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu
sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan Allah adalah
pelindung orang-orang yang bertakwa”. (Al-Jatsiyah:18-19)
Imam Al-Banna telah menetapkan misi besar dan agung tersebut dengan
beberapa tujuan periodik dan sarana yang terperinci… diawali dengan tujuan
melakukan perbaikan bagi setiap individu, kemudian membangun keluarga, lalu
masyarakat, kemudian pemerintah lalu khilafah yang penuh berkah lalu menjadi
pemimpin dunia.. pemimpin yang membawa hidayah, pemberi arahan, kebenaran dan
keadilan.
ولقد حدد الإمام البنا لتلك الغاية
العظمى أهدافًا مرحلية ووسائل تفصيلية.. تبدأ بإصلاح الفرد ثم بناء الأسرة ثم
إقامة المجتمع ثم الحكومة فالخلافة الراشدة فأستاذية العالم.. أستاذية
الهداية والرشاد والحق والعدل. وبين أن هذه الغايات والأهداف تحتاج بعد تحديدها
ووضوحها إلى جِديَّة في التنفيذ، وإصرار على الإنجاز، وتدرج فى الخطوات، واستمرار
فى العمل، وضم الصفوف بالإقناع لا بالإجبار، وبالحب لا بالجبروت (فَذَكِرْ
إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِرٌ ﴿ ١8 ﴾لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِر ﴿ 19﴾
(الغاشية)، (وَمَا أَنتَ عَلَيْهِم بِجَبَّار فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَن
يَخَافُ وَعِيدِ ﴿ 45﴾ (ق)، ثم الثبات على الطريق مهما اعترضته من عقبات
وشدائد أو مكائد ومؤامرات،
Dan beliau juga menjelaskan bawa tujuan dan misi ini, meskipun telah
ditetapkan targetnya dan penjelasannya, tetap membutuhkan adanya kesungguhan
dalam mengeksekusinya, membutuhkan kerja keras untuk mencapainya,
langkah-langkah bertahap, kerja yang berkesinambungan dan kontinyu, kesatuan
barisan dengan penuh kepuasan bukan pemaksaan, dengan cinta bukan kekerasan.
فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ
مُذَكِّرٌ. لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ
“Maka
berilah peringatan, karena Sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi
peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka”. (Al-Ghasyiah:21-22)
وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ
بِجَبَّارٍ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ
“Dan kamu
sekali- kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah
dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku”. (Qaaf:45)
Kemudian tsabat di jalan dakwah sekalipun harus menghadapai berbagai
rintangan dan cobaan, siksaan, tipu daya dan konspirasi. dalam risalah yang
sama beliau juga berkata:
إن تكوين الأمم وتربية الشعوب
وتحقيق الآمال ومناصرة المبادئ تحتاج من الأمة التي تحاول هذا، أو من الفئة التي
تدعو إليه على الأقل إلى قوة نفسية عظيمة تتمثل فى عدة أمور: إرادة قوية لا
يتطرق إليها ضعف، ووفاءٍ ثابت لا يعدو عليه تلون ولا غدر، وتضحية عزيزة لا يحول
دونها طمعٌ ولا بخل، ومعرفةٍ بالمبدأ وإيمان به وتقدير له، يعصم من الخطأ فيه
والانحراف عنه والمساومة عليه والخديعة بغيره
“Bahwa pembentukan umat dan pembinaan bangsa, mewujudkan impian dan
cita-cita serta mempertahankan prinsip-prinsip sangat membutuhkan dari umat
yang memiliki kecendrungan perkara ini atau kelompok yang menyeru kepadanya
minimal kekuatan jiwa yang kokoh berupa hal-hal berikut:
- Keinginan yang kuat yang tidak pernah terbetik sedikitpun perasaan lemah,
- Pemenuhan janji yang kokoh yang tidak pernah sedikitpun ternodai oleh
kontaminasi muslihat dan tipu daya, dan pengorbanan yang besar yang sedikitpun
tidak pernah berubah karena ketamakan dan kekikiran. Mengenal dan memahami
prinsip dan keimanan kepadanya dan penghargaan untuknya, sehingga hatinya
terlindungi dari kekeliruan, penyimpangan, konspirasi dan tipu muslihat dengan
yang lainnya”.
Dan dalam berbagai revolusi kita yang penuh berkah – dimusim semi
arab ini- keinginan yang kuat umat revolusioner terhadap target dan tujuan yang
telah ditetapkan dan jelas adanya nyata, menyatu dan tidak pernah surut
sedikipun, sehingga inilah yang menjadi sebab utama dalam mewujudkan jatuh dan
turunnya rezim diktator dan pemerintah yang zhalim, mengubahnya menjadi
kondisi bersih dari berbagai sistem yang rusak yang telah mengakar di negeri
kita ini, sehingga membuat berbagai kerusakan dan kemunduran, perampasan
berbagai sumber daya alam, terhalang kemajuannya dan tentunya kita saat ini
sudah mendekati era dalam rangka mewujudkan target besar yaitu menegakkan
sistem dan pemerintahan yang adil dan penuh dengan petunjuk kepada seluruh
lembaga-lembaganya.
Meskipun para penentang dan pembangkang mencoba – sengaja atau tidak
sengaja – meletakkan berbagai macam rintangan dan hambatan atau membuat umat
sibuk dengan pertempuran internal; dengan berbagai klaim glamor tapi palsu,
merobek (memecah belah) barisan umat dan tenggelam dalam berbagai perdebatan
yang tak berguna, yang mana Nabi saw telah memperingatkan perkara tersebut:
مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى
كَانُوا عَلَيْهِ إِلَّا أُوتُوا الْجَدَلَ
“Tidaklah suatu kaum tersesat
setelah diberikan hidayah dan petunjuk kepadanya kecuali karena perdebatan yang
tidak berguna” ,
Bahkan permasalahannya telah sampai pada tahapan pertempuran dan
konfrontasi yang beragam, bahkan hingga pada kepada terjadinya pertumpahan
darah dari orang yang tidak bersalah dan bersih dari dosa, semua ini
mengganggu sebuah perjalanan dakwah dan mengaborsi revolusi dan membuat kita
sibuk dari tujuan utama dan target yang ditetapkan, namun berkat karunia Allah
SWT -dan keberkahan dari syura- kita mampu melewatinya dan tetap bekerja keras
di atasnya untuk mencapai tujuan umat.
Bahwa diantara tujuan sebuah revolusi, yang bercita-cita untuk membentuk
kekuatan umat dengan sejuta ragam permasalahan di Dewan Perwakilan Rakyat
mewakili umat dengan perwakilan yang hakiki dan jujur, dimulai dari tahap
pembentukan lembaga negara dan pemerintahan yang baik .. Negara kebebasan dan
kesetaraan, membuat aturan tentang hak dan keadilan, dengan partisipasi dari
semua kekuatan politik dan strata sosial.
Semua yang direkomendasikan untuk diri kita dan saudara-saudara kita dan
mitra kami di negeri ini .. Janganlah kita sibuk dengan pertempuran atau
polemik internal, atau ditarik ke dalam labirin jalan yang dibuat-buat dan
direncanakan oleh musuh-musuh sehingga lupa melakukan perhatian terhadap agenda
Besar dan tujuan mulia
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا
فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ
ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan
bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia,
dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu
mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah
agar kamu bertakwa”. (Al-An’am:153)
Dan kitapun harus berhati-hati terhadap berbagai usaha yang ingin memecah
belah umat ke arah yang berbeda dan saling berbenturan, bahkan kepada
usaha untuk memecah belah barisan yang satu; kepada para pemuda, orang-orang
tua, laki-laki dan wanita, umat Islam dan Kristen, mazhab dan sekte-sekte; kita
membutuhkan kepada semua energi dan potensi umat dan pengalaman-pengalamannya,
kita membutuhkan semangat para pemuda dan kekuatan yang dimilikinya, kita
membutuhkan kebijaksanaan para orang tua dan pengalaman mereka dalam jihad yang
telah mereka lakukan, yang menyatukan mereka semua dalam suasana cinta sejati,
ketulusan, kepercayaan dan tujuan bersama.
ولنستمع إلى إمامنا الشهيد في خطابه للمخلصين العاملين
من الشباب والشيوخ: “ألجموا نزوات العواطف بنظرات العقول، وأنيروا أشعة العقول
بلهب العواطف، وألزموا الخيال صدق الحقيقة والواقع، واكتشفوا الحقائق في أضواء
الخيال الزاهية البرَّاقة، ولا تميلو كل الميل فتذروها كالمُعَلَّقة، ولا تصادموا
نواميس الكون فإنها غلاّبة، ولكن غالبوها واستخدموها وحولوا تيارها، واستعينوا
ببعضها على بعض”.
Marilah kita simak ucapan Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam sambutannya
dihadapan para aktivis yang ikhlas dari kalangan orang tua dan
muda: ”Marilah kita membungkam keinginan emosi dengan tatapan akal yang
jernih, marilah kita sinari pikiran dengan tetupan emosi yang berapi-api,
berkomitmenlah dengan impian dalam bentuk yang nyata dan realitas, marilah kita
temukan fakta-fakta yang ada dalam imajinasi yang cerah dan cemerlang,
janganlah kamu terlalu cenderung (kepada apa yang kamu cintai), sehingga kamu
biarkan yang lain terkatung-katung, dan jangan melakukan bentrokan dengan hukum
alam karena pasti dia yang akan memenangkannya namun berusahalah untuk
mengendalikannya, memanfaatkannya dan menyetir haluan dan arusnya, dan
berusahalah untuk saling memberikan bantuan satu sama lain. ”
Karena itu selamat bekerja dan berjuang dengan gigih dalam rangka menyatukan
barisan dan mewujukan tujuan yang jelas, sambil memohon pertolongan kepada
Allah SWT dan bertawakkal kepada-Nya
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ
فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ
شَيْءٍ قَدْرًا
“Dan Barangsiapa yang bertawakkal
kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah
melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan
ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (At-Thalaq:3)
Shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga dan para
sahabatnya.
Allah Maha Besar dan Segala puji hanya milik Allah semata.



21.42
bpksms
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar