Oleh: Prof. DR Muhammad Badi
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam dan shalawat
dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang mendukungnya, selanjutnya..
Kebangkitan Umat dan Kesatuan
Generasi Umatnya
Persatuan umat dan bangsa merupakan batu bata
pertama dan titik tolak akan kebangkitan yang hakiki. seperti firman Allah:
¨bÎ)ur ÿ¾ÍnÉ»yd óOä3çF¨Bé& Zp¨Bé& ZoyÏnºur O$tRr&ur öNà6/u Èbqà)¨?$$sù ÇÎËÈ
“Sesungguhnya
(agama Tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu[1006], dan aku
adalah Tuhanmu, Maka bertakwalah kepada-Ku.” (Al-Mu’minun:52)
Sebagaimana kebangkitan setiap umat atau bangsa selalu berada pada
kesatuan anak bangsanya meskipun terdapat di dalamnya keragaman jenis dan warna
kulit, secara khusus mereka harus berusaha untuk bekerja sama dan saling
bergotong royong demi pembangunan negeri dan kemajuannya. Allah berfirman:
(#qßJÅÁtGôã$#ur È@ö7pt¿2 «!$# $YèÏJy_ wur (#qè%§xÿs?
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan
janganlah kamu bercerai berai”. (Ali Imran:103)
Dan kesucian darah, kehormatan dan harta, dan diberlakukannya
qishash bagi siapa yang melakukan pelanggaran dan kejahatan terhadap merupakan
keniscayaan, karena itu Allah berfirman:
öNä3s9ur Îû ÄÉ$|ÁÉ)ø9$# ×o4quym Í<'ré'¯»t É=»t6ø9F{$# öNà6¯=yès9 tbqà)Gs? ÇÊÐÒÈ
“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan)
hidup bagimu, Hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa”. (Al-Baqarah:179)
Karena itu pula, akan terdapat banyak halangan dan rintangan yang
dihadapi umat ini, dikepung oleh kekuatan jahat yang ingin melemahkan
potensinya, menghalangi realisasi kebangkitannya sehingga dapat menikmati hidup
dengan penuh kehormatan, kemuliaan dan kesejahteraan, yang mana hal tersebut
merupakan hak alami dan pundamental dalam meniti kehidupan di dunia ini.
ö@è% ô`tB tP§ym spoYÎ «!$# ûÓÉL©9$# ylt÷zr& ¾ÍnÏ$t7ÏèÏ9 ÏM»t6Íh©Ü9$#ur z`ÏB É-øÌh9$# 4
ö@è% }Ïd tûïÏ%©#Ï9 (#qãZtB#uä Îû Ío4quysø9$# $u÷R9$# Zp|ÁÏ9%s{ tPöqt ÏpyJ»uÉ)ø9$# 3
y7Ï9ºxx. ã@Å_ÁxÿçR ÏM»tFy$# 5Qöqs)Ï9 tbqçHs>ôèt ÇÌËÈ
“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan
dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah
yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan)
bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja)
di hari kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan
ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui”.
(Al-A’raf:32)
Ayat diatas memperlihatkan kepada kita tentang
masa yang akan berlalu hari demi hari, seakan dia berkata: Bahwa kebangkitan
telah Allah jadikan di muka bumi ini kepada hamba-hamba-Nya yang memiliki
semangat dan aktif, kerja keras dan memiliki kesadaran yang tinggi, dengan iman
mampu memuliakan kedudukannya pada hari kiamat nanti jika dilakukan dengan
penuh keikhlasan, memberikan keistimewaan dan perbedaan dari yang lain. Karena
itu apakah setelah adanya janji Rabbani ini kita lewatkan peluang kebangkitan
begitu saja, memberikannya kepada selain kita dalam menentukan kehendak tempat
kembali dan masa depan kita?!
Kita adalah satu-satunya umat yang ditakdirkan
membawa kebaikan, telah diciptakan untuk membawa misi kebaikan; diawali dengan
memberikan kebaikan kepada seluruh umat manusia, sebagaimana Allah berfirman:
öNçGZä. uöyz >p¨Bé& ôMy_Ì÷zé& Ĩ$¨Y=Ï9 tbrâßDù's? Å$rã÷èyJø9$$Î/ cöqyg÷Ys?ur Ç`tã Ìx6ZßJø9$# tbqãZÏB÷sè?ur «!$$Î/ 3
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh
kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (Ali Imran:110)
Karena itu, mempersiapkan umat untuk mengemban risalah Islam harus
didahului dengan melakukan perbaikan dan perubahan, lalu setelah itu,
menggunakan berbagai pilar-pilar kebangkitan yang akan membuat pilihannya
benar dan tujuannya tepat, yaitu meraih kebebasan dan kemuliaannya, kekuatan
dan kebangkitannya, dan kemakmurannya dalam kehidupan yang sejahtera dan adil
pembangunannya.
Langkah pertama menuju kebangkitan
Rukun pertama kebangkitan -jika suatu bangsa menginginkan kehidupan
yang mulia- adalah bersatunya kekuatan yang mumpuni, anak bangsa yang saling
berpegang teguh pada kasatauan nasional, melebihi dari kemaslahatan pribadi dan
jauh dari kepentingan sesaat, sehingga jika demikian adanya, maka niscaya mampu
melegalisasikan langkah pertama menuju kebangkitan yang penuh optimis,
kesejahteraan yang diidamkan, mewujudkan impian orang-orang yang tertindas,
terzhalimi dan kaum lemah, menuju botol obat, bahtera penyelamat dan kehidupan
yang mulia.
Kesehatan Umat terletak pada
Norma-norma Akhlaknya
Bahwa persatuan yang diidamkan dan diimpikan oleh suatu umat tidaklah
akan terwujud kecuali jika memiliki norma-norma akhlak yang mulia di seluruh
aspek kehidupannya; terutama akhlak kebangkitan umat dalam rangka mengalahkan
kediktatoran, kekerasan dan kezhaliman, sehingga mampu menjatuhkan rezim
diktator yang batil, dan inilah yang kita diharapkan agar tidak hilang dalam
kehidupan umat; akhlak yang moderat, realistis, mutawazin (seimbang)
dan syamilah (komprehensip) sehingga mampu menyehatkan kehidupan umat,
memberikan tenaga spiritual dalam rangka menghadapi berbagai tantangan, sungguh
kita saat ini sangat membutuhkan hal tersebut. sebagaimana Nabi saw bersabda:
إنما بعثت
لأتمم مكارم الأخلاق
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia”
Akhlak juga merupakan agama, sebagaimana nabi
ketika ditanya tentang makna agama, maka beliau bersabda: “Akhlak
yang baik”. (Muslim)
Karena itu, bahwa norma-norma akhlak dan
nilai-nilai yang kokoh pada setiap kebangkitan, pada saat membutuhkan adanya
jenis, waktu, tempat dan kualitas, dan pada saat nilai-nilai yang tidak
bersumber dari yang lain kecuali dari wahyu Allah yang mampu memberikan
perbaikan fitrah yang lurus dan memeliharanya seperti dalam firman Allah:
3 cÎ) ©!$# w çÉitóã $tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçÉitóã $tB öNÍkŦàÿRr'Î/ 3
“Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Ar-Ra’ad:11)
Lalu hilang dari kehidupan umat, maka akan terjadi
kehancuran dan perpecahan di tengah anak bangsa, mereka akan saling betikai dan
mengedepankan kepentingan masing-masing. Allah SWT berfriman:
uqèd Ï%©!$# y]yèt/ Îû z`¿ÍhÏiBW{$# Zwqßu öNåk÷]ÏiB (#qè=÷Ft öNÍkön=tã ¾ÏmÏG»t#uä öNÍkÏj.tãur ãNßgßJÏk=yèãur |=»tGÅ3ø9$# spyJõ3Ïtø:$#ur bÎ)ur (#qçR%x. `ÏB ã@ö6s% Å"s9 9@»n=|Ê &ûüÎ7B ÇËÈ
“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf
seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka,
mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). dan
Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (Al-Jumu’ah:2)
Kewajiban Hari Ini
Diantara nilai-nilai yang dapat menyatukan umat dalam satu tubuh adalah
kejujuran dan amanah, keduanyalah yang dapat melekatkan dalam kehidupan dan
interaksi, perilaku dalam pergaulan dan dalam berbagai tingkatan umat; pemimpin
dan rakyat, pemerintah dan bangsa, pejabat negara dan para pegawainya,
cendekiawan dan wartawan, tentara dan polisi, keluarga dan masyarakat, umat
Islam dan non muslim, karena kejujuran dan amanah merupakan dua sifat yang
menjadi pokok utama dalam setiap risalah samawiyah, dan inilah yang
dikenal dari sifat Nabi saw sebelum beliau diangkat menjadi seorang Rasul,
mereka telah menjuluki nabi dengan orang yang jujur lagi amanah, dan ini pula
yang menjadi pintu masuk akan keberhasilan dakwah beliau, terbukanya hati dan
tersebarnya ideologi.
يذكر ابن هشام في سيرته: لما نزل قوله تعالى: (وأَنذِرْ
عَشِيرَتَكَ الأَقْرَبِينَ) ،
جمع أهله وسألهم عن مدى تصديقهم له إذ أخبرهم بأمر من الأمور، فأجابوا بما عرفوا
عنه قائلين: ما جربنا عليك إلا صدقًا، قال: فإني نذير لكم بين يدى عذاب أليم
Ibnu Hisyam dalam sirahnya pernah berkata: ketika Allah menurunkan ayat
“Berikanlah peringatan kepada keluargamu yang terdekat” maka nabi mengumpulkan
keluarganya dan bertanya kepada mereka akan tingkat kepercayaan mereka
kepadanya jika diberitahukan sesuatu kepada mereka , maka mereka menjawab
seperti yang dikenal dengan berkata: kami tidak mendapatkan darimu sedikitpun
kecuali kejujuran. maka saat itu pula nabi berkata: “Sesungguhnya aku datang
memberikan peringatan kepada kalian bahwa dihadapan saya ada azab yang pedih”.
Inilah kewajiban bagi setiap individu meskipun memiliki perbedaan
orientasi dan kerja, begitupula kewajiban bagi setiap umat meskipun memiliki
perbedaan partai dan aliran.
فعن عبد الله بن عمرو بن العاص أن رسول الله صلى الله
عليه وسلم، قال: “أربع إذا كن فيك فلا عليك ما فاتك في الدنيا: حفظ أمانة، وصدق
حديث، وحسن خليقة، وعفة في طعمة“
Dari Abdullah bin Amru bin Ash, bahwa Rasulullah saw bersabda: ada
empat perkara yang jika ada pada dirimu maka engkau tidak akan luput dari
kehidupan dunia: Menjaga amanah, jujur dalam berbicara, akhlak yang baik dan
makanan yang suci (halal)”. (Musnad Ahmad)
Inilah Jalan Menuju Kebangkitan Umat
Setelah Nabi saw wafat, para khulafa menanggung beban dan tanggungjawab
dengan penuh ketenangan dan amanah, tanpa ada kerancuan, kelemahan atau ancaman
keamanan, karena ideologi yang telah diajarkan oleh Nabi saw adalah
memerdekakan manusia, ideologi inilah yang mampu menjaga manusia dari tindakan
penyimpangan dengan dakwah Islam kepada sesuatu yang menjadi tujuan dan
objeknya; karena Allah menghendaki agama ini kekal, dan dengannya memuliakan
umat melalui revolusi ilmiah, kematangan akal dan tranformasi kepada asholah,
sehingga secara cepat menampakkan kecerdasan dalam rangka memimpin dunia menuju
peradaban Islam, memberikan keteladanan kepada seluruh umat manusia, dan untuk
pertama kalinya terjadi peralihan kepemimpinan secara damai melalui baiat,
menjadikan landasan akan sistem pemerintahan yang berlandaskan musyawarah dan
legislasi kerakyatan, sehingga sampai kepada kesadaran mereka yang matang, ilmu
yang cemerlang, amal yang berkesinambungan, pembinaan yang kontinyu,
produktivitas yang berkelanjutan, sehingga mereka berhak menjadi pemimpin
dunia, guru dunia tidak seperti yang telah kita saksikan dan sedang kita
saksikan, dari berbagai realita yang memilukan: kediktaroran, penindasan,
penjajahan, dan peristiwa yang mengerikan: isu perpecahan dan disintegrasi
ditengah anak bangsa guna menghancurkan umat, membunuh daya tahan tubuhnya dan
menggagalkan kebangkitannya.
Jadi kita berada pada wakut yang tepat untuk bekerja dengan
sungguh-sungguh guna membangun kembali negeri kita. As-Syahid Sayyid Qutb
berkata:
إنَّ الذي يعيش لنفسه قد يعيش مستريحًا، ولكنه يعيش
صغيرًا ويموت صغيرًا، فأما الكبير الذي يحمل هذا العبء الكبير.. فماله والنوم؟ وما
له والراحة؟ وماله والفراش الدافئ والعيش الهادئ والمنام المريح؟!
“Bahwa siapa saja yang hidup dengan sendirinya bisa jadi dapat hidup
dengan tenang, namun tetap dalam posisi yang kecil dan akan mati dengan skala
kecil, adapun yang dianggap besar adalah yang mampu membawa beban yang besar
ini …. jadi untuk apa tidur? untuk apa istirahat? untuk apa dipan yang empuk,
hidup yang tenang dan menyenangkan?!
Rasulullah saw telah memahami akan hakikat ini dan ukurannya; sehingga
beliau berkata kepada Khadijah saat Khadijah mengajaknya untuk tenang dan
tidur:
مضى عهد النوم يا خديجة
“Telah lewat waktu untuk
tidur wahai Khadijah”
Tentu telah berlalu waktu untuk tidur, dan tidak akan kembali sejak
hari ini kecuali bangun malam, menikmati rasa letih dan jihad yang panjang dan
berat! dan jangan lupa pula nasihat syaikh As-Sya’rawi:
“إن الثائر الحق الذي يقوم ليهدم الفساد، ثم يهدأ ليبني
الأمجاد“
“Bahwa orang yang membawa kebenaran akan senantiasa berdiri tegak untuk
menghancurkan kerusakan kemudian menenangkan diri (duduk) untuk membangun
eksistensi”.
Munculnya Cahaya Harapan
Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam Risalah “Nahwan Nur” yaitu khutbah
yang disampaikan untuk para pemimpin dan penguasa umat:
تحتاج الأمة الناهضة إلى الأمل الواسع الفسيح، والقرآن
يبين لنا أن اليأس سبيل إلى الكفر، والقنوط من مظاهر الضلال
“Sungguh Umat ini membutuhkan akan harapan yang luas dan lapang,
karena Al-Qur’an telah menjelaskan kepada kita bahwa putus asa adalah jalan
kekufuran, dan berpangku tangan adalah merupakan fenomena kesesatan, Allah berfirman:
ßÌçRur br& £`ßJ¯R n?tã úïÏ%©!$# (#qàÿÏèôÒçGó$# Îû ÇÚöF{$# öNßgn=yèøgwUur Zp£Jͬr& ãNßgn=yèôftRur úüÏOͺuqø9$# ÇÎÈ
“Dan Kami hendak memberi
karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak
menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi
(bumi)”. (Al-Qashash:5)
4 y7ù=Ï?ur ãP$F{$# $ygä9Ír#yçR tû÷üt/ Ĩ$¨Y9$#
“Dan
masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar
mereka mendapat pelajaran)”. (Ali Imran:140)
Karena harapan telah bersinar cahayanya dengan
adanya azimah umat yang kuat, perasaannya juga mengatakannya keinginannya, dan
memiliki kemampuan untu merealisasikan apa yang telah masuk kepadanya, melalui
jalan persatuannya yaitu jalan yang lurus menuju kebangkitannya, kenapa tidak?
padahal problema yang dihadapi adalah sama, obsesinya sama dan impiannya juga
sama…
وَالْمُؤْمِنُونَ
وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ
“Dan orang-orang yang beriman,
lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi
sebahagian yang lain”. (Al-Baqarah:71)
Bahwa persatuan sudah menjadi tuntutan umat
setelah sebelumnya berusaha dimarjinalisasi oleh rezim penindas, dan setelah
runtuhnya berbagai bentuk penjajahan dan kekuasaan, sehingga kesadaran yang
menghilangkan perasaan takut yang dibuat-buat kembali bersinar, manipulasi
untuk menguasai potensi umat, menghancurkan kekuatannya yang kokoh dan
penyebaran rezim palsu.
Dan guna mewujukan harapan ini tentunya sangat
membutuhkan kesadaran terhadap berbagai permasalahan, kerja sungguh-sunguh,
keinginan yang jujur, azimah yang kuat terhadap persatuan, eksplorasi seluruh
potensi; baik ilmu, ide, politik, ekonomi untuk sebuah proyek persatuan umat,
dan inilah yang diperintahkan Allah untuk kebangkitan dini. Allah berfirman:
(#qßJÅÁtGôã$#ur È@ö7pt¿2 «!$# $YèÏJy_ wur (#qè%§xÿs? 4
(#rãä.ø$#ur |MyJ÷èÏR «!$# öNä3øn=tæ øÎ) ÷LäêZä. [ä!#yôãr& y#©9r'sù tû÷üt/ öNä3Î/qè=è% Läêóst7ô¹r'sù ÿ¾ÏmÏFuK÷èÏZÎ/ $ZRºuq÷zÎ) ÷LäêZä.ur 4n?tã $xÿx© ;otøÿãm z`ÏiB Í$¨Z9$# Nä.xs)Rr'sù $pk÷]ÏiB 3
y7Ï9ºxx. ßûÎiüt6ã ª!$# öNä3s9 ¾ÏmÏG»t#uä ÷/ä3ª=yès9 tbrßtGöksE ÇÊÉÌÈ `ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããôt n<Î) Îösø:$# tbrããBù'tur Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztur Ç`tã Ìs3YßJø9$# 4
y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd cqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah
kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang
yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah
Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan
hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah
orang-orang yang beruntung”. (Ali Imran:104)
Dan akhir dari seruan kami adalah bahwa segala
puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam dan shalawat dan salam atas
Rasulullah saw pemimpin tercinta kita, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik
Allah.



21.39
bpksms
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar