Senin, 24 Oktober 2011

Senin, 24 Oktober 2011

MENJAGA KESEHATAN JANTUNG.....


Jantung adalah sebuah organ tubuh yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Darah yang dipompakan oleh jantung membawa sumber oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk metabolism tubuh ditingkat sel dan organ. Sehingga sel sebagai pembentuk organ-organ tubuh yang lain seperti otak, ginjal, saluran cerna, paru-paru, dapat tetap hidup, bekerja sesuai fungsinya. Untuk tetap sehat, jantung sendiri membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung. Jadi selain menjadi supplier oksigen dan zat gizi bagi organ yang lain, juga menjadi supplier bagi organ jantung itu sendiri.
Penyakit Jantung Koroner merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia dan  di Indonesia. Penyakit ini seringkali menyebabkan kematian mendadak tanpa adanya gejala yang mendahuluinya. Penyakit Jantung Koroner terjadi akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen pada otot jantung dengan penyediaan yang diberikan oleh pembuluh darah koroner. Akibatnya otot jantung menjadi kekurangan oksigen sehingga dapat menimbulkan gangguan yang  cukup serius pada jantung.
Gangguan PJK terletak pada pembuluh darah koroner kelainanya berupa proses perkapuran (aterosklerosis) dalam berbagai tingkat mulai dari penyempitan ringan sampai suatu saat terjadilah penyumbatan total dari dinding pembuluh darah. Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung. Apabila otot jantung tidak mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang cukup maka sel-sel ototnya akan mengalami kematian sehingga fungsi organ jantung sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh akan terhenti. Maka dapat kita bayangkan apabila otak, paru-paru dan ginjal tidak mendapatkan suplai darah yang membawa oksigen dan zat nutrisi, kesemua organ penunjang kehidupan tersebut juga akan mengalami kematian jaringan dan terjadi kematian tubuh secara permanen.

Gejala PJK
Penderita biasanya mengeluh nyeri dada sebelah kiri seperti rasa tertekan, diremas atau panas (terbakar). Kadangkala nyeri menjalar ke lengan kiri ataupun ke dagu. Dapat disertai dengan keringat dingin, sesak, rasa mual dan pusing. Keluhan semakin berat jika melakukan aktifitas.

Faktor resiko terjadinya aterosklerosis dibedakan menjadi 2, yaitu :
Faktor  Resiko Dapat Dikendalikan,
  • Merokok
  • Hipertensi
  • Kencing Manis
  • Hiperkolestrol
  • Obesitas (kegemukan)
  • Stress
  • Pemakaian Obat Tertentu (Steroid)
Faktor  Resiko Tidak  Dapat Dikendalikan
  • Umur
  • Laki-laki
  • Riwayat penyakit jantung pada keluarga
Serangan Jantung
Serangan jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung sama sekali tidak berfungsi. Kondisi ini biasanya terjadi mendadak, dan sering disebut gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi, namun penyebab utamanya biasanya adalah terhambatnya suplai darah ke otot-otot jantung, oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersebut tersumbat atau mengeras, entah oleh karena lemak dan kolesterol, ataupun oleh karena zat-zat kimia seperti penggunaan obat yang berlebihan yang mengandung Phenol Propano Alanin (ppa) yang banyak ditemui dalam obat-obat flu, dan nikotin (rokok).
Belakangan ini juga sering ditemukan gagal jantung mendadak ketika seseorang sedang beraktivitas, seperti yang menyerang beberapa orang ternama di Indonesia maupun di dunia saat atau setelah aktivitas olahraga. Biasanya hal itu disebabkan oleh pemaksaan aktivitas jantung yang melebihi ambang batas, atau kurangnya pemanasan sebelum melakukan olah raga.
Makanan juga menjadi penyebab utama terjadinya serangan jantung, terutama junk food. Para penelti dari McMaster University, Kanada, menemukan hasil bahwa orang yang banyak mengonsumsi makanan yang digoreng, cemilan bergaram, dan daging memiliki risiko serangan jantung lebih dari 35 persen lebih besar dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi sedikit atau tidak mengonsumsinya.

Upaya  Pencegahan
Usaha pencegahan terhadap PJK tentunya dengan mengendalikan faktor-faktor resiko diatas. Tindakan pencegahan dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari pencegahan primer, sekunder,dan tertier pencegahan primer adalah upaya mencegah PJK sejak dini sebelum terlihat adanya penyakit upaya yang telah diarahkan kepada usaha promotif seperti kampanye anti rokok dan menganjurkan kebiasaan melakukan olahraga kepada Masyarakat. Mendidik masyarakat tentang pola makan sehat juga merupakan pencegahan primer. Dengan cara menganjurkan mengkomsumsi makan  kaya serat dan rendah kolestrol.
Makanan seperti tempe dan tahu yang masih dianggap sebagai makanan kelas bawah oleh sebagian masyarakat ternyata sangat baik untuk melindungi kesehatan jantung.
Tidak ada penanggulangan yang lebih baik untuk mencegah penyakit dan serangan jantung, di samping gaya hidup sehat (seperti sering bangun lebih pagi, tidak sering tidur terlalu larut malam, dan menghindari rokok dan minuman beralkohol), pola makanan yang sehat (memperbanyak makan makanan berserat dan bersayur, serta tidak terlalu banyak makan makanan berlemak dan berkolesterol tinggi), dan olah raga yang teratur dan tidak berlebihan. Namun, ada beberapa zat yang dipercaya mampu memperkecil atau memperbesar risiko penyakit dan serangan jantung, di antara lain:
  • Beberapa peneliti menyebutkan bahwa zat allicin di dalam bawang putih ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa oleh khasiat zat allicin, ketegangan pembuluh darah berkurang 72%. Namun beberapa peneliti lain ada juga yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara bawang putih dengan kesehatan jantung. Dalam studi yang dilakukan pada 90 perokok berbadan gemuk, para peneliti Eropa mendapati bahwa tambahan bubuk bawang putih selama 3 bulan tak memperlihatkan perubahan dalam kadar kolesterol mereka atau beberapa tanda lain risiko penyakit jantung.
  • Studi membuktikan bahwa mengurangi merokok tidak mengurangi risiko penyakit jantung. Untuk benar-benar mengurangi risiko penyakit jantung, seseorang harus benar-benar berhenti merokok.
  • Penemuan yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology mengungkapkan konsumsi suplemen Vitamin C (sebagai antioksidan) dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Penelitian menunjukkan, mengurangi konsumsi garam dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Konsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah. Pada percobaan diet rendah garam menunjukkan risiko penyakit jantung hingga 25% dan risiko serangan jantung hingga 20%
  • Konsumsi makanan-makanan yang dapat menjaga kesehatan jantung seperti Salmon, Tomat, Minyak Zaitun, Gandum, Almond, dan Apel.
Selain hal yang telah disebutkan diatas, apabila seseorang sudah memiliki penyakit yang menjadi faktor resiko tinggi terjadinya PJK seperti hipertensi, kolesterol yang tinggi, Diabetes Melitus, maka penyakit-penyakit tersebut harus segera diterapi agar bias dikendalikan dalam batas yang normal sehingga tidak berlanjut kepada komplikasi penyakit jantung koroner (PJK)

 

Jika gejala serangan jantung terjadi pada Anda:

Kenalilah gejala-gejala tersebut apakah terjadi nyeri dada, sesak napas, ataupun jantung berdebar.
Hentikan segera semua pekerjaan apa pun yang sedang Anda lakukan lalu duduk atau berbaringlah sembari menarik napas dalam-dalam.
Jika Anda sendirian sementara gejala tersebut berlangsung lebih dari beberapa menit segera hubungi nomor telepon darurat setempat dan katakan Anda terkena serangan jantung. Atau hubungi orang di sekitar Anda dengan memberikan informasi yang sama.
Jika ada yang bisa mengantar Anda ke rumah sakit lebih cepat daripada kedatangan paramedis, segeralah minta bantuannya pergi mengantar Anda ke ruang gawat darurat di rumah sakit. Lebih cepat ditangani akan lebih baik.
Namun jika Anda menunggu tim paramedis datang, maka sementara menunggu, Anda dapat melonggarkan pakaian yang ketat, termasuk ikat pinggang atau dasi. Buat diri dalam posisi yang terasa nyaman.
Tetaplah tenang, tidak soal Anda korbannya atau penolongnya. Kepanikan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya aritmia atau penyimpangan irama jantung yang mengancam kehidupan.

Mengatasi Penyakit Jantung

Jika Anda merasakan gejala awal penyakit jantung ataupun pernah mengalami serangan jantung ringan, jangan abaikan itu. Anda sangat membutuhkan penanganan dini oleh personel medis yang terlatih (dokter spesialis jantung dan pembuluh darah). Ini dapat menyelamatkan jantung dari kerusakan yang lebih parah dan bahkan dapat menghindari akibat yang lebih fatal seperti kematian.
Namun jika gejala serangan jantung mulai terjadi, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Risiko kematian terbesar dari serangan jantung adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan jantung. Perawatan yang cepat dan tepat dari tim medis dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan. Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan bantuan medis karena merasa takut dianggap mengada-ada.
Bila telah terjadi penyumbatan, tindakan medis yang umumnya diambil adalah dengan pemasangan kateterisasi dan cincin yang menjaga agar pembuluh darah koroner tidak tersumbat. Tetapi, ada kemungkinan terjadi penyumbatan pada pembuluh lainnya.
Upayakan untuk berkonsultasi pada pelayanan kesehatan yang mempunyai fasilitas pelayanan jantung.

Sayangi Jantung Anda

Melihat berharganya organ jantung ini untuk kelangsungan hidup, maka segeralah perbaiki gaya hidup Anda agar tetap sehat. Mulailah menikmati makanan yang sehat, bergizi dan rendah kolesterol. Hindari merokok dan stres. Serta berolahragalah secara teratur. Mulailah dengan gaya hidup yang sehat sejak hari ini untuk menyayangi jantung Anda.
Terakhir dan yang paling penting adalah menjadikan kehidupan kita senantiasa dalam keberkahan Allah SWT dengan senantiasa memperbaharui keimanan dan melakukan amal sholeh sebagai wujud pribadi muslim yang bersyukur. 

“Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba maka ketika itu mereka terdiam putus asa” (Al-An’am:44)


* Di ambil dari beberapa sumber oleh :
Fahmi Ahmad Muslim,dr
Dokter  RSUD Kota Bekasi saat ini sedang menjalani pendidikan spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di FK-Universitas Indonesia – RS. Pusat Jantung Nasional Harapan Kita.

0 komentar:

Posting Komentar