Sabtu, 10 Maret 2012

Sabtu, 10 Maret 2012

Tetaplah Husnuzhan atas Ketidakberangkatan Saudaramu


Serial Tabuk – 3

Oleh : Cahyadi Takariawan

Dalam dakwah, ada banyak kondisi yang tidak selalu sama dengan harapan. Oleh karena itu selalu ada ruang permakluman yang kita sediakan, bukan untuk diri sendiri, namun untuk tetap berpikir, berprasangka dan memandang positif saudara kita. Sudah direncanakan mengadakan kegiatan, semua sudah sepakat hadir pada waktu dan tempat yang telah ditentukan. Namun ada satu atau dua orang terlambat. Ada yang tidak hadir dengan mengirim kabar berita, bahkan ada pula yang tidak hadir tanpa mengirim berita sama sekali.

Minggu, 04 Maret 2012

Minggu, 04 Maret 2012

Ketidakberangkatan Menimbulkan Penderitaan


Serial Tabuk – 2

Oleh : Cahyadi Takariawan

Ketidakberangkatan dalam kegiatan dakwah, selalu menimbulkan penderitaan bagi para aktivis. Seakan-akan memilih sikap yang enak, dengan tidak berangkat dan tidak mengikuti kegiatan dakwah. Namun yang didapatkan adalah perasaan menyesal dan menimbulkan penderitaan. Seperti yang dialami oleh Ka’ab bin Malik.

“Tampaknya aku ditakdirkan untuk tidak ikut ke Tabuk. Namun sungguh aku merasakan penderitaan batin sejak Rasulullah saw meninggalkan Madinah”.

Rabu, 29 Februari 2012

Rabu, 29 Februari 2012

BERMATA TAPI TAK MELIHAT


oleh Bimbo/Taufik Ismail

Bermata Tapi Tak Melihat
bertelinga Tapi Tak Mendengar
bermulut Tapi Tak Menyapa
berhati Tapi Tak Merasa

Berharta Tapi Tak Sedekah
berbenda Tapi Tak Berzakat
berilmu Tapi Tak Beramal
berjalan Tapi Tak Terarah

Semoga Kita Terhindar
dari Hal-hal Sedemikian
semoga Kita Menjauh
dari Sikap Sedemikian

Beramal Tapi Kurang Ikhlas
berjanji Tapi Suka Lupa
bergunjing Hampir Tiap Hari
berkata Tapi Menyakitkan

Senin, 27 Februari 2012

Senin, 27 Februari 2012

SYIAR RABI'UTS TSANI 1433 H


SURAT EDARAN(rewrite sesuai aslinya)
Nomor : 23/D/EDR/KDR-PKS/1433
SYIAR RABI'UTS TSANI 1433 H

Kata “rabi’” dalam bahasa Arab bermakna musim semi, kata yang memberikan nuansa indah dan nyaman di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, terutama dalam berdakwah. Fenomena runtuhnya berbagai ideologi besar dunia semoga memberikan peluang besar bagi tegak dan kokohnya nilai-nilai Islam dalam tata kehidupan baru yang penuh rahmah.
Menyambut momentum bulan Rabi’ ini, Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera Bidang Kaderisasi menyerukan kepada seluruh kader dan simpatisan untuk menjadikan kesempatan ini sebagai furshah dzahabiyah (kesempatan emas) dalam rangka menumbuhsuburkan dakwah ini dengan berbagai aktifitas berikut :
1. Peningkatan kualitas pribadi kader yang mampu tumbuh dimana pun ia berada dengan meningkatkan pelaksanaan wajibat yaumiyah (kewajiban harian) kader yang mencakup shalat berjamaah di masjid, shalat sunnah rawatib, qiyamullail, witir, dhuha, dan tilawah, serta wazhifah kubra pagi dan sore.
2. Melaksanakan puasa ayyamul bidh dan menjadikannya sebagai pekan usbu’ ruhiy, yang bertepatan dengan hari Selasa-Rabu-Kamis / 6,7,8 Maret 2012.
3. Memberikan hadiah 3 buah buku dakwah kepada tiga orang kerabat/teman/ tetangga yang belum menjadi kader dakwah.
4. Menyapa, memberi senyum, dan memberi salam kepada sesama muslim di lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja.
5. Memperdengarkan tilawah Al Qur’an kepada keluarga di rumah masing-masing minimal tiga kali sepekan.
6. Menyelenggarakan halaqah/kelompok baca Al Qur’an di masjid, mushalla, lingkungan atau tempat kerja.
Demikian syiar ini kami sampaikan agar menjadi perhatian seluruh kader dan simpatisan, mohon struktur kaderisasi di semua level, para nuqaba, dan murabbi turut mendukung serta memutaba’ah kegiatan ini. Semoga Allah SWT memudahkan dan memberkahi kerja kita semua, jazakumullah khairan.
Jakarta, 14 Februari 2012 M / 21 Rabi’ul Awwal 1433 H

DEWAN PENGURUS PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
BIDANG KADERISASI
Musyaffa Ahmad Rahim, Lc., M.A.
Ketua Bidang



SEBERAPA JAUH TABUKMU ?


Oleh : Cahyadi Takariawan

Apakah yang terjadi pada seorang Ka’ab bin Malik? Ya, ia tidak berangkat ke Tabuk. Masyaallah, harusnya ia berangkat. Sebagaimana perang-perang sebelumnya, bukankah ia tidak pernah absen ? Mengapa ia tidak berangkat menuju Tabuk, padahal Nabi dan para sahabat telah berangkat ?
Pasti ia punya kondisi dan situasi yang membuatnya tidak berangkat. Ada sesuatu di balik ketidakberangkatannya.

Jumat, 24 Februari 2012

Jumat, 24 Februari 2012

PERBEDAAN KITA DENGAN RASULULLAH SAW HANYA SEDIKIT


Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, merupakan sosok yang istimewa. Sebagai nabi dan rasul terakhir yang juga merupakan kekasih Allah subhana wa ta’ala, beliau memiliki banyak kelebihan. Kesabaran yang diabadikan di dalam Kitab suci Al-Quran menjadi bukti yang tak terbantahkan, bahwa beliau adalah manusia sempurna, dalam wujud lahiriah (penampakan), maupun batinnya. Tanda-tanda ini tampak pada diri beliau, dari batinnya yang mulia sampai pada bentuk lahirnya yang indah.

Rabu, 22 Februari 2012

Rabu, 22 Februari 2012

KENIKMATAN DUNIA HANYA SETETES AIR DI JARI


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Demi Allah, DUNIA ini dibanding AKHIRAT ibarat seseorang yang mencelupkan JARINYA ke LAUT; air yang TERSISA di JARINYA ketika diangkat itulah NILAI DUNIA (AKHIRAT = LAUT)”. (HR Muslim)
Bagaimana untuk memahami hadits di atas?
Kenikmatan di akhirat adalah kenikmatan di SURGA yang luasnya seluas LANGIT dan BUMI.
Allah SWT berfirman, “Dan BERSEGERALAH bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imron : 133)
Adakah yang sudah bisa menembus batas LANGIT?
Sampai sekarang tidak seorangpun yang mengetahui batas langit terluar. Sehingga diibaratkan LANGIT ini adalah LAUT, maka BUMI – bagian kecil dari LANGIT- hanyalah satu tetes air yang tersisa di jari bila diceupkan ke LAUT.
Dan kenikmatan yang lebih indah dari surga adalah ‘merasakan’ ridha Allah dan kesempatan berjumpa dengan ‘WAJAH” Allah, Inilah puncak segala kenikmatan. Ketika itu kita akan benar-benar memahami hadits: “Allah itu INDAH dan suka dengan KEINDAHAN”
Kenikmatan di Surga adalah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia, di sana banyak keindahan yang tak pernah dilihat oleh mata, keindahan suara yang tak pernah didengar telinga, kenikmatan rasa yang tidak pernah dirasa oleh lidah, dan perasaan damai dan ketenangan yang sesungguhnya.
Janganlah Silau dengan kenikmatan Dunia yang Semu…
Semua itu hanyalah ujian dari Allah, untuk melihat siapa-siapa yang menjadi hamba-Nya dan siapa-siapa yang menjadi HAMBA DUNIA dan hawa nafsu syaithan…
Yang menjadi HAMBA-HAMBA ALLAH… mereka layak mendapatkan KENIKMATAN HIDUP yang SESUNGGUHNYA di SURGA.
Yang menjadi HAMBA-HAMBA DUNIA dan hawa nafsu syaithan… maka mereka layak bersama para SYAITHAN di NERAKA yang MENYALA.
Semoga ALLAH Subhanahu Wa Ta’Aala, selalu membimbing kita dan melindungi kita dari bujuk rayu SYAITHAN agar selamat dari SIKSA NERAKA dan selamat bisa menuju SURGANYA yang tiada tara, tiada terbayang, tiada terbatas NIKMATnya… amiin.
Wallahu ‘alam bishowab.